kumpulan artikel

Cerita Motivasi Hidup

Cerita Motivasi Hidup

 
Seorang ibu baru pulang dari pasar. Namun, samapai didepan rumahnya, dia melihat pemandangn memilukan. Rumah yang ia tinggalkan terbakar! Tiba-tiba dia teringat. Anaknya yan baru berumur tujuh bulan berada di dalam rumah itu! Bergegas sang ibu berlaru secepat-cepatnya belanjaan ditangannya dilemparkan. Dia terobos kobaran api yang semakin membesar. Demi menyelamatkan bayinya. Ia luka-luka. Berdarah-darah. Api membakar tubuhnya. Kepalanya penign. Tertimpa genting dan reruntuhan puing. Tapi tidak peduli demi si buah hati. Sakit tak ia rasakan. Ia terus menerobos mencari-cari. Dia dapati sang bayi. Terkapar dalam luka bakar.
            Buru-buru ia gendong. Tertatih-tatih. Menerobos kelua api yang brkobaran. Ia membelai sang anak, dan bergegas mencari pertolongan kerumah sakit terdekat.
            Jibaku sang ibu membuatnya tak secuil pun merasakan pedihnya sakit dan luka. Fokus pada buah hatinya. Cintanya “Anakku.... Anakku....” itulah yang ada dalam benaknya. Seluruh potensi, kekuatan dan daya upaya pun tertuju padanya.
            Ketika sang ibu barada di rumah sakit barulah ia merasakan sakit. Dia baru sadar ternyata tubuhnya penuh dengan luka bakar. Kapan sang ibu merasa sakit ?? bukan! Bukan ketika menerobos kobaaran api, bersentuhan panasnya api atau tertimpa puing rumahnya. Dia baru merasakan sakit ketika sang anak dalam perawatan rumah sakit. Saat tanggung jawab prawatan dialihkan kepada pihak rumah sakit ,dan dia pun sendirian.
            Saat memikirkan dirinya sendiri. Tubunya yang penuh luka. Kaki dan tangannya penuh darah. Ketika itulah, pedihnya mulai dirasa. Kepala, tangan, punggung dan kakinya sudah tidak menentu kondisinya. Sakit yang sedari tadi tertahan itu pun muncul tiba-tiba. Ketika ia mulai memikirkan, dalam kesendirian.
            Sahabatku, kita tidak merasa sakit ketika kita fokus untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Namun ketika kita mikirkan diri sendiri, bersiap-siaplah kita akan lebih banyak merasakan daripada senang dan bahagia.
           



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Dwi Ristyandi, Published at 11:33 PM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment