kumpulan artikel

BERLINDUNG HANYA KEPADA ALLAH SWT

BERLINDUNG HANYA KEPADA ALLAH SWT

Dua kali dalam tahun yang sama Rasulullah saw mengalami masa dukacita yang amat besar. Mula-mula Abi Thalib yaitu pamannya yang melindunginya dari kebengisan kaum Quraisy, meninggal dunia dalam keadaan masih musyrik. 

Lalu Siti Khadijah, yaitu istrinya yang selalu memberikan dukungan materil dan moril yang amat besar. Tidaklah terperikan rasa dukacita yang menusuk kalbu Rasulullah saw. 

Dalam keadaan demikian itu, perlakuan kaum Quraisy terhadapnya semakin menggila. Pernah suatu waktu mereka menyiramkan tanah ke atas kepalanya, namun Rasulullah tetap tabah. Akhirnya karena perlakuan kaum Quraisy semakin brutal, Muhammad saw pergi ke Thaif dengan harapan semoga masyarakat di sana mau mendukungnya. Namun ternyata orang-orang di Thaif memperlakukannya seperti kepada bukan manusia. Rasulullah diteriaki, dicaci maki, diludahi, serta dilempari batu dan besi sehingga beberapa bagian tubuhnya tidak hanya menjadi memar, tetapi juga terluka dan mencucurkan darah. 

Secepatnya Nabi saw pergi keluar dari Thaif, berlindung di sebuah kebun anggur kepunyaan anak-anak Rabia, yaitu Utba dan Syaiba. Di sana Rasulullah saw berdoa: 

Allahumma ya Allah
Kepada Engkau juga aku mengadukan kelemahanku,
kurangnya kemampuanku serta kehinaan diriku di depan manusia

Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Engkaulah yang melindungi si lemah
Dan Engkaulah Pelindungku

Kepada siapa hendak Engkau serahkan diriku?
Kepada orang yang jauhkah yang berwajah muram kepadaku?
ataukah kepada musuh yang akan menguasai diriku?

Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidaklah peduli
Sebab sungguh luas kenikmatan yang Engkau limpahkan kepadaku

Aku berlindung kepada Nur wajah Engkau yang menyinari kegelapan (dan karenanya membawakan kebaikan bagi dunia dan akhirat)
dari kemurkaan Engkau yang akan Kau tumpahkan kepadaku

Engkaulah yang berhak menegur dengan berkenan kepada Engkau
Dan tiada kuasa serta kekuatan selain dengan Engkau jua.
 



Sumber: buku 'Bahan Renungan Kalbu' karangan Permadi Alibasyah 



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Dwi Ristyandi, Published at 8:19 PM and have 0 comments

No comments:

Post a Comment